Jumat, 31 Juli 2015


Menatap Pantai Papuma, pantai indah di pesisir Jember.

Pantai Papuma begitulah pantai ini disebut. Pantai yang berada di bagian pesisir jawa timur ini merupakan pantai eksotis dan sangai menarik bagi traveler dan pecinta bahari dikarenakan indahnya Pantai Papuma di kawasan kabupaten Jember ini. atau lebih tepatnya berada didesa Lojejer, Kec. Wuluhan, Kab. Jember.


Pantai Papuma sanggup menyajikan pemandangan yang begitu menawan sekaligus juga memberikan nuansa yang menenangkan bagi siapapun yang menggunjunginya sehingga sangat cocok bagi anda yang ingin berlibur untuk melepaskan kepenatan akibat rutinitas sehari hari.
Di sepanjang garis pantai dari Pantai Papuma ini tersaji hamparan pemandangan indah dari pasir putih yang masih bersih dari sampah.

Sehingga dapat memungkinkan dijadikan tempat berjemur bagi para wisatawan asing yang datang ke Pantai Papuma ini. Selain mampu menyajikan keindahan alam yang begitu eksotik. Pantai ini juga terdapat berbagai ragam jenis fauna seperti Biawak, burung-burung dengan ragam jenisnya, Babi Hutan, Ayam hutan, Rusa, Landak dan juga Trenggiling.


★ Sejarah pantai ini.

Disaat pertama kali Perhutani membuka lokasi wisata Pantai Papuma ini, perhutani memberikan nama malika untuk pantai ini. Sehingga pantai ini disebut dengan nama pasir putih malika namun lama kelamaan nama itu menjadi disingkat menjadi PaPuMa.

Kini justru pantai ini populer dengan nama Pantai Papuma. Namun tak cuma itu, Pantai Papuma juga memiliki nama lain yaitu Pantai Tanjung Papuma hal ini dikarenakan posisi Pantai Papuma ini terletak menjorok ke arah laut sehingga miirip dengan tanjung. Sedangkan nama Papuma ini sendiri berasal dari kepanjangan nama asli pantai ini yaitu Pasir Putih Malika.




★ Keunikan Pantai Papuma.

◇Pantai Papuma juga mempunyai tujuh buah batu karang dengan ukuran yang sangat besar sehingga berbentuk menyerupai pulau. Dan Pulau karang ini juga memiliki namanya sendiri-sendiri seperti Pulau Krisna, Pulau BataraGuru, Pulau Narada, Pulau Kajang dan Pulau Nusa Barong. Dan juga ada pulau yang diberi nama pulau kodok dikarenakan bentuknya yang menyerupai Kodok.

◇Pantai Papuma memiliki Hamparan pasir putih pantai di sepanjang garis pantai serta juga terdapat banyak batu karang membuat pantai tampak lebih indah.

◇Selain itu, sebelum memasuki Pantai Papuma kita akan memasuki sebuah hutan yang berisi tananam pohon jadi yang bernama pantai maliki. Di hutan ini masih tersimpan berbagai jenis flora maupun fauna khas dari Indonesia. Namun bagi para wisatawan tak perlu khawatir saat melewati hutan ini dikarenakan didalam hutan ini sudah terdapat jalur khusus bagi para wisatawan.

◇Dikarenakan tempatnya yang begitu menawan untuk dilihat maka sangat sayang jika saat anda berada di Pantai Papuma tidak berfoto sebagai kenang kenangan, di Pantai Papuma ini tidak spot foto khusus dikarenakan disetiap sisi dan sudut pantai cocok dan memiiki pemandangan yang indah dan sangat menarik untuk anda abadikan.

◇ Banyak perahu perahu nelayan yang berlabuh berjejeran menghiasi pantai berpasir putih ini dikarena ombak laut di Pantai Papuma ini cukup tenang sehingga banyak nelayan yang "memarkirkan" perahunya di pantai ini. Jika anda ingin makan ikan yang diolah dari hasil tangkapan nelayan maka anda dapat membeli ikan dari para nelayan yang biasanya pulang dari berlaut pada sekitaran pukul 11.00 sampai pukul 13.00 WIB dengan membawa hasil tangkapan.

Nah saat itulah anda sudah bisa membeli hasil tangkapan mereka untuk anda bakar di pinggir pantai bersama sama dengan keluarga, pacar maupun teman. Nah kalau anda tidak ingin repot maka ada cara yang lebih praktis yaitu Anda dapat membawa ikan yang telah anda beli tersebut ke warung yang berada disekitaran area pantai untuk dimasakkan, dan nanti Anda hanya tinggal memberikan upah bagi pemilik warung sebagai biaya masak.


★ Akses

Anda bisa mengakses kawasan wisata ini dengan cara melalui kota Surabaya. Dari Surabaya, Anda bisa langsung berangkat menuju ke kabupaten Jember. Jika anda menggunakan pesawat maka hanya akan membutuhkan waktu sekitar 45 menit perjalanan karena jarak antara kota Surabaya dengan kabupaten Jember sekitar 150 km dari kota Surabaya.

Nah setelah itu anda harus menempuh perjalanan ke desa Lojejer yang berjarak 45 km dari jantung kabupaten Jember atau kurang lebih membutuhkan waktu perjalanan sekitar 45 menit. Kondisi jalan cukup baik dan akan ada banyak papan papan sebagai petunjuk arah yang akan menuntun anda ke lokasi Pantai Papuma. Anda bisa menempuhnya baik dengan kendaraan sewa maupun kendaraan pribadi.


★ Biaya tiket masuk

Harga Tiket masuk ke lokasi wisata Pantai Papuma ini hanya sekitar Rp 14.000 per orang (harga sewaktu waktu bisa berubah).


★ Fasilitas penunjang

Di pantai ini telah tersedia beberapa fasilitas penunjang bagi anda yang ingin menikmati suasana Pantai Papuma lebih lama, seperti :
◇ Mushola.
◇ Toilet.
◇ Warung makan.
◇ Tempat bermain anak.
◇ Bumi perkemahan.
Anda bisa akan bisa menikmati indahnya matahari terbenam di Pantai Papuma ditambah suara deburan ombak yang sangat sayang anda tinggalkan.

◇ Terdapat beberapa buah tempat penginapan dengan berbagai fasilitasnya yang juga dapat Anda temukan di kawasan sekitaran Pantai Papuma ini. Biaya menginap di penginapan di wisata ini cukup bervariatif mulai harga Rp 70.000 sampai harga Rp 100.000 untuk satu kamar tanpa AC (namun terdapat fasilitas kamar mandi dalam, single bed, dan TV)..

Dengan berbagai fasilitas da keindahan Pantai Papuma sudah barang tentu anda akan rugi jika tak mengunjungi destinasi wisata ini.

Semoga bermanfaat
Dan semoga liburan anda menyenangkan.
Continue reading

Senin, 27 Juli 2015

goa gong goa terindah di asia tenggara
Goa gong

Pacitan- kota kelahiran presiden keenam Indonesia ( Susilo Bambang Yudhoyono ) ini memiliki alam yang begitu indah, yang telah diakui dunia sebagai goa terindah di asia tenggara. letaknya yang berada dikawasan pegunungan membuat tempat ini berhawa dingin sejuk. Pada umumnya diwilayah pegunungan akan terdapat sebuah goa, begitupun dengan kota pacitan juga memiliki goa yang indah, tapi Pacitan memiliki Goa yang unik yaitu Goa Gong, namanya cukup aneh bukan tapi itulah nama sebuah Goa indah yang berada di kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Timur atau lebih tepatnya berada didesa Bomo, dikecamatan punung.keunikkan Goa gong ini apabila anda memukulnya akan terdengar bunyi mirip suara alat musik tradisional yaitu gong. Bunyi Gong dari Goa inilah yang sekiranya menjadi daya tarik bagi para pelancong dari segala penjuru mata angin untuk datang mengunjungi tempat ini untuk berwisata.

Nama Goa Gong ini sendiri merupakan sebutan dari warga sekitar dan para wisatawan untuk menamai sebuah Goa yang didalamnya terdapat stalakpit dan stalakmit yang berasal dari tetesan air yang bereaksi dengan kapur yang apabila dipukul akan menimbulkan bunyi seperti bunyi gong. Goa gong ini sendiri memiliki panjang kedalaman sejauh sekitar 300 m. Asal mula ditemukannya Goa ini adalah dahulunya ditemukan oleh warga sekitar saat sedang mencari sumber air. Mungkin orang yang tak sengaja menemukan Goa Gong ini tak akan pernah mengira akan menemukan Goa indah bak surga tersembunyi di saat sedang mencari sumber air.
Keunikan lain dari Goa Gong ini adalah adanya beberapa warga yang menyanyi sambil memainkan alat musik dengan memanfaatkan stalakpit dan stalakmit di Goa Gong ini sebagai penghasil suara Gong, namun anda tak perlu takut jika tindakan  ini akan merusak keindahan Goa Gong ini, karena orang orang tersebut telah terlatih dan berpengalaman sehingga dapat memperkirakan kerasnya pukulan ke stalakpit dan stalakmit agar tidak terjadi kerusakan.
Dan sekarang Goa Gong ini jauh lebih indah dari pada saat pertama kali ditemukan dikarenakan dalam Goa Gong telah dipasang lampu berwarna warni sehingga menambah keindahan Stalakpit dan stalakmit yang terdapat di Goa Gong, lampu lampu ini sekaligus mengusir kesan gelap yang biasanya terdapat di goa goa lain meskipun tak begitu terang namun cukup untul menerangi jalan anda saat berjalan menyusuri Goa sepanjang 300 meter ini.

Jika anda sedang ingin berwisata atau sedang berada di sekitar kabupaten Pacitan maka sebaiknya mengunjungi Goa yang indah nan unik ini. Adapun biaya yang harus anda keluarkan sebagai Biaya masuk ke Goa Gong ini hanyalah Rp.3000,00.- saja.

Letak Goa Gong ini memiliki jarak 140 km sebelah selatan kota solo atau juga berjarak sebelah barat daya sejauh 30 km dari pacitan.
Rute wisata ini melalui beberapa desa di kecamatan Donorojo dan Punung, yaitu Desa sendang di Kecamatan Donorojo juga Desa kalak Desa Bomo, Desa Piton.

Akses Jalan.

Setelah dilakukan perbaikan pada jalan yang digunakan sebagai jalur menuju obyek wisata di Goa Gong dan Pantai Klayar akhirnya sudah selesai tergarap. Tentu dengan selesainya pelebaran jalan ini akan membuat akses jalan menuju ke kedua obyek wisata tersebut semakin mudah.

Selain itu juga terdapat perbaikkan pada jalan setapak yang dijadikan jalur perjalanan menuju Goa Gong di Pacitan sehingga para pengunjung tidak akan mengalami kesulitan didalam perjalanan yang akan melewati perbukitan.


Continue reading

Kamis, 09 Juli 2015

Pantai merupakan salah satu objek wisata utama yang wajib anda kunjungi saat berada di kabupaten Banyuwangi, pemandangannya yang indah dan ombaknya yang cukup besar membuat tempat ini menarik untuk di kunjungi siapapun baik untuk para pengemar olah raga selancar maupun bagi orang orang yang ingin sekedar berlibur sambil menikmati pemandangan indah yang disajikan oleh pantai Merah ini guna melepaskan diri dari kepenatan kesibukan sehari hari.


Pantai merupakan salah satu objek wisata utama yang wajib anda kunjungi saat berada di kabupaten Banyuwangi, pemandangannya yang indah dan ombaknya yang cukup besar membuat tempat ini menarik untuk di kunjungi siapapun baik untuk para pengemar olah raga selancar maupun bagi orang orang yang ingin sekedar berlibur sambil menikmati pemandangan indah yang disajikan oleh pantai Merah ini guna melepaskan diri dari kepenatan kesibukan sehari hari.

Pantai Merah terletak di Dsn Pancer, Ds Sumberagung ,Kec Pesanggaran, di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Pantai Merah ini tampak begitu indah dengan hamparan pasir pantai di bibir pantai sepanjang kurang lebih 3 km.

 Di dekat pantai ini tepatnya sejauh kurang lebih 200 meter dari bibir pantai ini terdapat bukit yang tampak berwarna hijau kecil. Bukit yang tampak hijau kecil tersebut, ternyata  sangat indah saat dikunjungi.


Anda bisa mengunjungi bukit hijau ini dengan cara  jalan kaki ketika air laut sedang surut. dan pada pulau tersebut terdapat tanah yang memiliki warna kemerahan berada di dekat bibir pantai. 

Pantai Merah ini dahulunya bernama Pantai Ringin Pitu namun Dari penduduk sekitar ada cerita sejarah Pulau Merah Banyuwangi yaitu penamaanya berasal dari pancaran sinar merah hingga warga seputar menamainya Pulau Merah.


 Di sana juga ada Pura yang disebut dengan nama " Pura Tawang Alun " yaitu sebuah tempat bagi warga beragama Hindu setempat untuk melakukan upacara Mekiyis.

Pura ini hampir serupa seperti Pura yang berada di gunung bromo yaitu Luhur Poten bromo yang terkenal dengan upacara kasadanya.

Pantai merupakan salah satu objek wisata utama yang wajib anda kunjungi saat berada di kabupaten Banyuwangi, pemandangannya yang indah dan ombaknya yang cukup besar membuat tempat ini menarik untuk di kunjungi siapapun baik untuk para pengemar olah raga selancar maupun bagi orang orang yang ingin sekedar berlibur sambil menikmati pemandangan indah yang disajikan oleh pantai Merah ini guna melepaskan diri dari kepenatan kesibukan sehari hari.
Ombak Pantai Merah
Di pantai Merah mempunyai ombak dengan tinggi sekitar 3-5 meter di bulan Mei - Desember yang cukup ideal untuk pemula yang ingin belajar berselancar atau professional untuk bermain selancar.

Tempat ini juga di jadikan sebagai tempat untuk pemanasan jika ingin menaklukkan ombak yang lebih besar di pantai Plengkung. Maka tak heran jika banyak peselancar dari luar negeri yang berkunjung ke tempat ini.

Satu lagi keistimewaan yaitu tempat ini memiliki aksea jalan yang lebih mudah untuk di jangkau dari pada pantai plengkung.

Rute yang bisa di lewati saat ingin mengunjungi Pantai Merah Banyuwangi ini dapat di tempuh dengan melalui Dua jalur, yaitu jalur udara dan jalur darat seperti sebagai berikut :


A. Jalur Udara,

1. Bagi anda yang berasal dari Jakarta atau daerah lain yang ingin berkunjung ke Objek wisata Pantai Merah dengan menggunakan Pesawat maka anda tak perlu khawatir atau bingung karena anda bisa langsung menaiki pesawat yang menuju bandara Belimbing sari.

Kemudian menyewa mobil atau kendaraan lain untuk melanjutkan perjalanan ke objek wisata Pantai Merah.


B. Jalur darat.

Jalur darat yang tersedia untuk di lewati saat ingin menuju objek wisata Pantai Merah sebagian sudah cukup bagus dengan jalan yang sudah beraspal.

1. Dari arah Banyuwangi anda bisa menuju ke arah selatan sejauh sekitar kurang lebih kurang lebih 60 km yang bisa memakan waktu sekitar kurang lebih 3 jam yang bisa di tempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

2. Jika anda berasal dari kota Jember, maka anda dapat melalui jalan nasional arah Banyuwangi - Jember hingga sampai ke kecamatan Genteng, kabupaten Banyuwangi.

Setelah itu anda harus melanjutkan perjalanan melewati jalan beraspal sejauh 15 km untuk sampai ke kecamatan Gambiran ( Banyuwangi ), kemudian setelah anda tiba di kecamatan Gambiran selanjutnya anda bergerak menujuh arah selatan untuk sampai di  kecamatan Pesanggrahan.

Setibanya anda di kecamatan Pesanggrahan, kemudian anda akan dipandu oleh banyak rambu rambu yang cukup lengkap untuk sampai di tempat wisata Pantai Merah Banyuwangi.

3. Jika anda menggunakan kendaraan umum ( seperti bus atau kereta api ) baik dari arah malang maupun Surabaya maka setelah tiba di terminal atau stasiun Banyuwangi anda di haruskan untuk menyewa kendaraan untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Merah karena sampai sekarang belum ada transportasi umum yang melewati atau untuk sampai ke lokasi Tempat wisata Pantai Merah.

Di sini juga terdapat sebuah moment unik yang bisa anda jumpai saat berkunjung di pantai Merah yaitu anda dapat menemui Bupati Banyuwangi di saat acara melepaskan 1.000 anak penyu ke laut lepas.
Continue reading

Selasa, 30 Juni 2015

Coban Watu Ondo merupakan sebuah air terjun eksotik yang berada di Dusun sendi, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur atau lebih tepatnya berada dalam kawasan komplek Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo di lereng Gunung Welirang . Air terjun ini berada dalam satu komplek yang sama dengan 3 air terjun lainnya yaitu : Air Terjun Gumandan di Pasuruan, Air Terjun Puthuk Kursi / Cuban Cangar, dan Air Terjun Kembar tretes di jombang. Air terjun yang masih asri tampak sangat indah didampingi perbukitan hijau. Letaknya yang berada di kawasan pegunungan (di gunung anjasmara) menjadikan tempat ini berhawa sejuk, suasana pegunungan membawa kesan damai bagi pengunjung yang ingin melepas kejenuhan dan stres akibat padatnya aktivitas sehari hari, selain itu pemandangan di lokasi ini sangat asri sehingga sangat ideal di jadikan 'objek foto untu kenang kenangan atau untuk dibagikan ke teman teman di media sosial. maka dari itu anda akan rugi jika anda tidak mengunjungi tempat wisata ini.   Sedangkan Nama Watu Ondo itu sendiri diambil dikarenakan pada sepanjang jalan turunan menuju lokasi air terjun coban watu ondo berupa anak tangga yang terbuat dari batu-batu yang disusun (ondo watu / watu ondo dalam bahasa jawa) dan  Air terjun ini juga biasa disebut dengan nama lain Coban Kembar Dinamakan air terjun Kembar dikarenakan dalam satu lokasi air terjun ini terdapat dua air terjun yang berada berdekatkan namun mempunyai ketinggian yang berbeda, air terjun yang berada di sebelah memiliki ketinggian ± 15 m dari dasar air terjundengan kemiringan sekitar 75 derajat dan berkarateristik air terjun berundak, sedangkan air terjun yang berada di sebelah memiliki ketinggian ± 69 m dari dasar air terjun. Kedua air terjun ini berasal dari sumber mata air yang berbeda. namun akhirnya aliran air kedua air terjun itu bertemu saat terjun turun ke sebuah telaga di kaki air terjun tersebut.  Akses menuju tempat wisata air Coban Watu Ondo ini cukup mudah ada jalan raya beraspal mulus yang setiap saat siap membawa pengunjung ke lokasi air terjun. di tambah lagi Keberadaan air terjun watu ondo ini terletak Sekitar 200 m dari jalan raya Pacet - Mojokerto. jalan yang menurun cukup tajam di dekat perbatasan wilayah Malang dan Mojokerto agaknya memaksa pengemudi harus berhati hati. tapi, kabar baiknya adalah Kondisi jalan menuju ke air terjun coban watu ondo sudah beraspal mulus dan dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat, meski dengan medan menanjak dan berkelak kelok.   Untuk dapat menikmati keindahan alam di lokasi air terjun watu ondo hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 2500 per orang atau jika membawa kendaraan anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 8000 (termasuk biaya parkir.) Adapun Fasilitas dan Akomodasi yang terdapat di wisata air terjun watu ondo adalah tersedianya tempat parkir seadanya yang sampai saat ini hanya sanggup menampung kurang lebih 20 kendaraan roda dua saja dan bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat hal ini cukup menyulitkan. yang menjadi masalah untuk fasilitas penunjang adalah Minimnya ketersediaan papan petunjuk dan kurang jelas membuat pengunjung bingung dan kesulitan untuk datang ke lokasi ini. satu lagi kekurangan sebaiknya membawa makanan dan minuman saat datang ke sini guna perbekalan jika anda lapar atau haus saat disana dikarenakan di objek wisata air terjun watu ondo ini kita tidak dapat  menjumpai satupun penjual makanan/minuman.    Namun dibalik itu semua, tempat wisata coban watu ondo ini masih di biarkan tetap asri dan alami jadi anda tak perlu khawatir perjalanan yang melelahkan yang anda lalui akibat melewati tangga batu akan terbayar lunas saat kita telah tiba di lokasi ini,


Coban Watu Ondo merupakan sebuah air terjun eksotik yang berada di Dusun sendi, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Propinsi Jawa Timur atau lebih tepatnya berada dalam kawasan komplek Taman Hutan Rakyat (Tahura) Raden Soerjo di lereng Gunung Welirang . Air terjun ini berada dalam satu komplek yang sama dengan 3 air terjun lainnya yaitu : Air Terjun Gumandan di Pasuruan, Air Terjun Puthuk Kursi / Cuban Cangar, dan Air Terjun Kembar tretes di jombang.

Air terjun yang masih asri tampak sangat indah didampingi perbukitan hijau. Letaknya yang berada di kawasan pegunungan (di gunung anjasmara) menjadikan tempat ini berhawa sejuk, suasana pegunungan membawa kesan damai bagi pengunjung yang ingin melepas kejenuhan dan stres akibat padatnya aktivitas sehari hari.

Selain itu pemandangan di lokasi ini sangat asri sehingga sangat ideal di jadikan 'objek foto untu kenang kenangan atau untuk dibagikan ke teman teman di media sosial. maka dari itu anda akan rugi jika anda tidak mengunjungi tempat wisata ini.


Sedangkan Nama Watu Ondo itu sendiri diambil dikarenakan pada sepanjang jalan turunan menuju lokasi air terjun coban watu ondo berupa anak tangga yang terbuat dari batu-batu yang disusun (ondo watu / watu ondo dalam bahasa jawa) dan  Air terjun ini juga biasa disebut dengan nama lain Coban Kembar.

 Dinamakan air terjun Kembar dikarenakan dalam satu lokasi air terjun ini terdapat dua air terjun yang berada berdekatkan namun mempunyai ketinggian yang berbeda, air terjun yang berada di sebelah memiliki ketinggian ± 15 m dari dasar air terjundengan kemiringan sekitar 75 derajat dan berkarateristik air terjun berundak.

Sedangkan air terjun yang berada di sebelah memiliki ketinggian ± 69 m dari dasar air terjun. Kedua air terjun ini berasal dari sumber mata air yang berbeda. namun akhirnya aliran air kedua air terjun itu bertemu saat terjun turun ke sebuah telaga di kaki air terjun tersebut.

Akses menuju tempat wisata air Coban Watu Ondo ini cukup mudah ada jalan raya beraspal mulus yang setiap saat siap membawa pengunjung ke lokasi air terjun. di tambah lagi Keberadaan air terjun watu ondo ini terletak Sekitar 200 m dari jalan raya Pacet - Mojokerto. jalan yang menurun cukup tajam di dekat perbatasan wilayah Malang dan Mojokerto agaknya memaksa pengemudi harus berhati hati.

Tapi, kabar baiknya adalah Kondisi jalan menuju ke air terjun coban watu ondo sudah beraspal mulus dan dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat, meski dengan medan menanjak dan berkelak kelok.


Untuk dapat menikmati keindahan alam di lokasi air terjun watu ondo hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 2500 per orang atau jika membawa kendaraan anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 8000 (termasuk biaya parkir).

Adapun Fasilitas dan Akomodasi yang terdapat di wisata air terjun watu ondo adalah tersedianya tempat parkir seadanya yang sampai saat ini hanya sanggup menampung kurang lebih 20 kendaraan roda dua saja dan bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda empat hal ini cukup menyulitkan.

Yang menjadi masalah untuk fasilitas penunjang adalah Minimnya ketersediaan papan petunjuk dan kurang jelas membuat pengunjung bingung dan kesulitan untuk datang ke lokasi ini. satu lagi kekurangan sebaiknya membawa makanan dan minuman saat datang ke sini guna perbekalan jika anda lapar atau haus saat disana dikarenakan di objek wisata air terjun watu ondo ini kita tidak dapat  menjumpai satupun penjual makanan/minuman.

 Namun dibalik itu semua, tempat wisata coban watu ondo ini masih di biarkan tetap asri dan alami jadi anda tak perlu khawatir perjalanan yang melelahkan yang anda lalui akibat melewati tangga batu akan terbayar lunas saat kita telah tiba di lokasi ini.
Continue reading

Senin, 29 Juni 2015



   Cuban rondo merupakan sebuah air terjun bertingkat yang terletak di kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Air terjun cuban rondo tampak sangat indah seperti tempat tempat wisata lainnya dengan berbagai legenda dan mitos didalamnya. Air terjun cuban rondo ini memiliki ketinggian 84 meter dan Air terjun coban rondo memiliki sepasang air terjun dengan bentuk bertingkat. dan dari masing aliran pada Air terjun cuban rondo mempunyai nama nama tersendiri. satu aliran air diberi nama Coban Manten yang bergabung dengan aliran air yang diberi nama Coban Dudo yang kemudian mengalir kebawah yang kemudian di beri nama coban rondo.   Adapun sejarah penamaan air terjun ini dengan nama air terjun adalah karena dahulu ada sepasang pengantin baru bernama Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo yang menginginkan untuk melakukan perjalanan menuju Gunung Anjasmoro, namun orangtua Dewi Anjarwati menentang keinginan Raden Baron Kusumo dikarenakan usia pernikahan mereka yang baru memasuki Selapan (36 hari dalam bahas jawa). Meski demikian mereka tetap bersikeras dan akhirnya tetap memutuskan untuk pergi menuju Gunung Anjasmoro, akan tetapi di tengah perjalanan mereka menjumpai bahaya. Tiba tibah munculah seseorang laki laki yang bernama  Joko Lelono yang tertarik dengan paras cantik dari Dewi Anjarwati.  Mengetahui hal itu Raden baron Kusumo tidak terima dan marah dan akhirnya Perkelahian pun tak dapat dihindari. Raden baron Kusumo lantas memerintahkan punokawannya untuk mengajak  Dewi Anjarwati bersembunyi di sebuah coban (air terjun) . Namun pertarungan tersebut menewaskan Joko Lelono dan Raden baron Kusumo, dan mengakibatkan Dewi Anjarwati menjadi janda (rondo). Maka karena itu pada akhirnya air terjun tempat persembunyian Dewi Anjarwati disebut sebagai Coban Rondo.  Adapun Mitos yang terdapat di tempat ini adalah jika ada  seorang pengunjung mendatangi air terjun cuban rondo ini dengan bersama kekasih, maka hubungan mereka dipercaya akan kandas. mitos ini didasari dan terinspirasi dari kisah Raden Baron Kusumo dan Dewi Anjarwati.  jika anda ingin mengunjungi Air terjun cuban rondo dari sebelah timur sebaiknya melalui jalan raya malang - batu dan jika dari barat anda dapat melalui jalan Kediri - pare menuju Malang dikarenakan kedua jalur ini adalah akses jalan yang paling mudah untuk mencapai Air terjun Coban Rondo.  Dan juga ada berbagai Fasilitas yang terdapat di wisata coban rondo adalah jogging track, ground camp, memancing atau bermain dengan gajah dari Gajah 'Sekolah Waykambas Lampung - Sumatra.  Dengan berbagai keindahan, sejarah, mitos dan fasilitas di wisata Air terjun Coban Rondo, maka tempat ini sangat cocok di jadikan pilihan wisata di saat waktu liburan.  Demikian itu informasi dari saya tentang destinasi wisata Air terjun Coban Rondo semoga bermanfaat.


Cuban rondo merupakan sebuah air terjun bertingkat yang terletak di kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terkenal dengan mitos cintanya. Air terjun cuban rondo tampak sangat indah seperti tempat tempat wisata lainnya dengan berbagai legenda dan mitos didalamnya. Air terjun cuban rondo ini memiliki ketinggian 84 meter dan Air terjun coban rondo memiliki sepasang air terjun dengan bentuk bertingkat. dan dari masing aliran pada Air terjun cuban rondo mempunyai nama nama tersendiri. satu aliran air diberi nama Coban Manten yang bergabung dengan aliran air yang diberi nama Coban Dudo yang kemudian mengalir kebawah yang kemudian di beri nama coban rondo.

 Adapun sejarah penamaan air terjun ini dengan nama air terjun adalah karena dahulu ada sepasang pengantin baru bernama Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo yang menginginkan untuk melakukan perjalanan menuju Gunung Anjasmoro, namun orangtua Dewi Anjarwati menentang keinginan Raden Baron Kusumo dikarenakan usia pernikahan mereka yang baru memasuki Selapan (36 hari dalam bahas jawa). Meski demikian mereka tetap bersikeras dan akhirnya tetap memutuskan untuk pergi menuju Gunung Anjasmoro, akan tetapi di tengah perjalanan mereka menjumpai bahaya. Tiba tibah munculah seseorang laki laki yang bernama  Joko Lelono yang tertarik dengan paras cantik dari Dewi Anjarwati.  Mengetahui hal itu Raden baron Kusumo tidak terima dan marah dan akhirnya Perkelahian pun tak dapat dihindari. Raden baron Kusumo lantas memerintahkan punokawannya untuk mengajak  Dewi Anjarwati bersembunyi di sebuah coban (air terjun) . Namun pertarungan tersebut menewaskan Joko Lelono dan Raden baron Kusumo, dan mengakibatkan Dewi Anjarwati menjadi janda (rondo). Maka karena itu pada akhirnya air terjun tempat persembunyian Dewi Anjarwati disebut sebagai Coban Rondo.

Adapun Mitos yang terdapat di tempat ini adalah jika ada  seorang pengunjung mendatangi air terjun cuban rondo ini dengan bersama kekasih, maka hubungan mereka dipercaya akan kandas. mitos ini didasari dan terinspirasi dari kisah Raden Baron Kusumo dan Dewi Anjarwati.

jika anda ingin mengunjungi Air terjun cuban rondo dari sebelah timur sebaiknya melalui jalan raya malang - batu dan jika dari barat anda dapat melalui jalan Kediri - pare menuju Malang dikarenakan kedua jalur ini adalah akses jalan yang paling mudah untuk mencapai Air terjun Coban Rondo.

Dan juga ada berbagai Fasilitas yang terdapat di wisata coban rondo adalah jogging track, ground camp, memancing atau bermain dengan gajah dari Gajah 'Sekolah Waykambas Lampung - Sumatra.

Dengan berbagai keindahan, sejarah, mitos dan fasilitas di wisata Air terjun Coban Rondo, maka tempat ini sangat cocok di jadikan pilihan wisata di saat waktu liburan.

Demikian itu informasi dari saya tentang destinasi wisata Air terjun Coban Rondo semoga bermanfaat.


Continue reading

Minggu, 28 Juni 2015

Trowulan situs majapahit kebanggaan jawa




Satu lagi peninggalan dari sisa sisa kejayaan kerajaan majapahit yang pernah berjaya di masa lampau, Situs Trowulan juga terkenal dengan sebutan " Trowulan Archeological Site" karena situs ini merupakan sebuah kawasan yang berada di kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Karena situs Trowulan merupakan kawasan arkeologi menyimpan sisa sisa kejayaan kerajaan majapahit karena tempat ini dulunya diperkirakan sebagai ibu kota kerajaan majapahit. Situs Trowulan ini terletak di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur . Nilai history yang ada pada objek wisata trowulan menjadi magnet untuk menarik pengunjung datang mengunjunginya
Pada abad ke-19 merupakan titik awal penemuan kota kuno majapahit di Trowulan. pada saat itu kawasan ini masih berupa hutan jati yang lebat sehingga survei dan penelitian yang lebih lanjut masih belum bisa dilaksanakan. bahkan Raffles, yang sangat berminat dan sangat terpesona pada sejarah dan kebudayaan Jawa, dan menjuluki Trowulan sebagai 'Kebanggaan Pulau Jawa'. Dikawasan situs Trowulan dan sekitarnya terdapat banyak sisa peninggalan Majapahit yang menjadi bukti sejarah yang tak ternilai harganya. Dalam situs ini terdapat banyak penemuan antara lain berupa pondasi-pondasi bangunan, berupa kolam, candi, pintu gerbang, serta benda-benda purbakala lainnya ada yang berupa arca, yoni, batu bertulis (Prasasti), umpak-umpak (tangga) batu, dan sebagainya. dan di masa mendatang diperkirakan akan kembali banyak ditemukan peninggalan peninggalan lainnya karena dibawah permukaan tanah trowulan di perkirakan tersimpan ibukota yang telah terpendam.
Peninggalan-peninggalan disekitar yang dapat disaksikan dikawasan tersebut antara lain, Candi Wringin lawang, Komplek Makam Tralaya, candi Minak Djinggo, Sumur Upas, Situs Klinterejo, Candi Brahu, Kolam Segaran, Makam Putri Campa, Candi Kedaton, Candi Tikus, dan benda-benda lainnya. selain bangunan peninggalan Majapahit, sentra kerajinan cor kuningan di desa ini juga menjadi tujuan wisata.
Untuk mencapai kawasan ini, para pengunjung duanjurkan untuk mengendarai kendaraan pribadi karena belum adanya bus atau angkutan umun untuk dipakai menunuju ke situs ini. Yang sangat disayangkan adalah akses jalan yang buruk sehingga memaksa penggunjung yang akan mengunjungi sejumlah situs Trowulan dituntut untuk harus lebih pandai dalam memilih jalur. Pasalnya, ada jalur yang rusak parah dan cukup tidak nyaman untuk dilewati kendaraan. jalur yang melintasi Desa Tawangsari, Wonorejo, dan Kejagan di Kecamatan Trowulan merupakan Salah satu jalur menuju situs Trowulan yang rusak parah. Pada jalur ini, kondisi jalan mengalami kerusakan yang cukup berat. Bahkan, di salah satu titik, tepatnya di Desa Tawangsari, terdapat kubangan di tengah jalan dengan diameter cukup lebar dan dalam. Hal ini sangat disayangkan karena meskipun jalur ini dalam kondisi rusak parah, namun belum tersentuh upaya pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan. Padahal, selama Pemkab Mojokerto saat ini sedang giat giatnya membangun infrastruktur jalan. Setelah sampai disana, pengunjung harus membeli tiket untuk bisa masuk ke kawasan situs Trowulan. Jangan khawatir, harga tiketnya cukup terjangkau.

satu hal yang dapat diambil hikmahnya adalah kerajaan majapahit yang notabene kerajaan yang pernah berjaya namun harus runtuh dan kini meninggalkan peninggalan peninggalan sejarah yang harus dijadikan pelajaran bagi bangsa ini agar dapat memajukan bangsa ini.
Continue reading

Jumat, 26 Juni 2015

airt terjun tretes


Air terjun Tretes, air terjun kembar yang terletak di di dusun pengajaran, desa Gelengdowo, kecamatan Wonosalam, kabupaten Jombang atau lebih tepatnya berada di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soeryo di gunung Jurug Guah (komplek Gunung anjasmoro).  Kenapa saya menyebut air terjun ini sebagai air terjun kembar karena tidak lain tidak bukan karena air terjun Tretes ini memiliki dua aliran air yang berada berdampingan. 

Air Terjun Tretes ini memiliki ketinggian 158 m yang menjadikannya air terjun yang cantik ini sebagai Air Terjun Tertinggi di Jawa Timur,air terjun ini juga merupakan hulu sungai Sumber Watu Bonakah. Air terjun ini berada dalam satu komplek yang sama dengan 3 air terjun lainnya yaitu : Air Terjun Gumandan di Pasuruan, Air Terjun Puthuk Kursi / Cuban Cangar, dan Air Terjun Kembar Watu Ondo di Mojokerto.

Letaknyayang berada di kawasan pegunungan (di gunung anjasmara) menjadikan tempat ini berhawa sejuk, suasana pegunungan membawa kesan damai bagi pengunjung yang ingin melepas kepenatan aktivitas sehari hari, selain itu pemandangan di lokasi ini sangat indah sangat cocok di jadikan 'spot' foto untuk sekedar kenang kenangan atau untuk dipamerkan ke teman teman di media sosial dengan banyak keunggulan yang ditawarkan tempat ini maka rugi jika anda tidak mengunjungi tempat wisata ini.

Asal mula air terjun ini bernama Air Terjun Tretes. Berawal dari kisah seorang pajabat perkebunan yang mencoba untuk membudidayakan tanaman kopi di desa tersebut. Namun, setelah selesai melakukan aktivitas bertanamnya, setiap sore harinya sering terduduk di areal air yang menetes dari atas gunung itu. Saat ia hendak menanam kelapa sawit, ternyata air yang sering ia tunggui itu tidak juga mengalir, bahkan sesekali airnya hanya menetes. 

Warga pun lantas berbondong-bondong untuk melakukan ritual di areal air terjun tersebut. oleh beberapa warga tersebut kenyataannya membuahkan hasil dan air yang ia harapkan turun dari puncak itu akhirnya terjadi secara setetes demi setetes. Dan akhirnya dinamakan lah air terjun Tretes oleh warga sekitar.

Akses menuju tempat wisata ini cukup mudah ada jalan setapak yang setiap saat siap membawa pengunjung ke lokasi air terjun. Terkait upaya pengembangan masyarakat sekitar pemerinda daerah akan mengembangkan beberapa jasa angkut ‘tradisional’ serta terdapat beberapa tempat peristirahatan. 

Selain mengoperasikan sarana angkutan ojek dan kuda, pihak pemerintah daerah juga akan didirikan pos-pos peristirahatan, utamanya bagi mereka yang lelah. Di tiap tiap pos peristirahatan nantinya juga akan didirikan kios-kios yang menjual makanan ringan dan minuman.

Akan tetapi belum adan area parkir kendaraan sehingga pengunjung harus menitipkan kendaraan pada warga sekitar dengan membayar beberapa rupiah Namun dibalik itu semua, tempat ini masih di biarkan tetap asri dan alami sehingga anda tak perlu khawatir perjalanan yang melelahkan yang anda lalui akan terbayar lunas saat kita telah tiba di lokasi ini, akan lebih menyenangkan kalau kita menyempatkan diri untuk mandi di bawah air terjun tertinggi di jawa timur ini.

Itulah tadi ulasan dari saya mengenai air terjun kembar Tretes, bila ada pertanyaan, kritik maupun saran silahkah ditulis dikolom komentar.
Continue reading